24 August 2013

Disclaimer


Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak/ibu, selama saya menjabat sebagai Marketing BNI sudah cukup banyak transaksi KPR BNI yang dipercayakan kepada saya.

Sekarang saya sudah tidak menjabat sebagai marketing Bank BNI, kebetulan saya pindah ke bank lain. tetapi apabila bapak/ibu ingin menajukan KPR BNI saya masih bisa membantu.

saat ini saya hanya freelance sebagai Kredit Konsultan untuk pengajuan Pinjaman Ke Bank BNI. apabila bapak/ibu ingin mengajukan kredit masih bisa melalui saya.

saya masih melayani untuk pengajuan:
- KTA BNI Fleksi
- KPR BNI Griya
- BNI Multiguna
- Takeover


Terima kasih.


Sanrio Telika
021-92703787

17 April 2013

BNI: Pertumbuhan KPR Meleset 30 Persen


VIVAnews - Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Darmadi Sutanto, menyatakan bahwa pencapaian pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) pada awal 2013 meleset 30 persen dari target.

"KPR sampai Februari net growth-nya Rp700 miliar, target di awal sebenarnya Rp1 triliun," ujar Darmadi di Jakarta, Kamis 28 Maret 2013.

Menurut Darmadi, hasil ini memang masih di bawah target. Alasannya adalah fenomena tahunan, karena pada Januari dan Februari banyak surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru yang belum selesai. "Januari dan Februari selalu lebih kecil," ujarnya.

Untuk perolehan nasabah KPR, ia menambahkan, masih didominasi permintaan kredit perumahan kelas menengah dengan pagu harga sekitar Rp300 juta. Namun, BNI juga ingin menyasar pangsa konsumen yang mengambil pagu harga Rp500 juta.

"Rp500 juta itu kami anggap yang lebih stabil, kapasitas juga ditingkatkan, karena di midle low itu harus diingatkan untuk bayar," kata Darmadi.

Meski menyadari bahwa sektor properti berpotensi terjadi fenomena penggelembungan (bubble), Darmadi meyakini bahwa indikasi yang ada masih menunjukkan gejala normal dan belum membahayakan.

Masalah utama yang harus diwaspadai, menurut Darmadi, justru ancaman yang muncul dari kondisi ekonomi global. "Kalau ada perlambatan ekonomi, pendapatan akan turun dan potensinya tidak bisa bayar," kata Darmadi.

Pada 2012, BNI menyalurkan KPR sebesar Rp25,3 triliun. Sementara itu, pada 2011, KPR yang disalurkan sekitar Rp15,18 triliun. (art)

BNI Belum Berniat Turunkan Bunga KPR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyatakan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) miliknya masih rendah. Dengan demikian, BNI belum berencana untuk menurunkan bunga KPR dalam waktu dekat.
"Sementara tidak ada rencana turun," ucap Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto, seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN, Kamis (28/2).
Ia mengklaim bahwa suku bunga BNI Griya sudah rendah. Bahkan BNI memiliki KPR yang memasang bunga 6,99 persen fix dalam waktu satu tahun sampai dua tahun.
Pada 2012, KPR BNI tumbuh 40 persen dari posisi 2011 yakni Rp 15,18 triliun menjadi Rp 25,3 triliun pada akhir 2012. "Pertumbuhan ini membawa KPR kita menguasai 11,3 persen pangsa pasar KPR," kata Darmadi.
Sedangkan, pada 2011 KPR BNI meraup pangsa 9,9 persen dari total pasar kredit perumahan.
Tahun lalu, BNI rata-rata mengucurkan KPR bernilai Rp 300 juta. Maka untuk tahun ini, BNI ingin meningkatkan rata-rata tersebut menjadi Rp 500 juta.
BNI juga menargetkan kredit perumahannya tumbuh 30 persen di 2013. Darmadi menjelaskan, tahun lalu pihaknya juga menargetkan di sekitar itu. Namun ternyata pencapaiannya mampu melebihi target. (Annisa Aninditya Wibawa)

01 April 2013

BNI Pilih Fokus KPR Rumah Rp500 Juta

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ke depan akan fokus membidik kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah kelas menengah dengan harga Rp300-500 juta. Pasalnya, permintaan KPR terbanyak berada pada perumahan di segmen ini.

Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan, pada periode Januari sampai Februari 2013 KPR BNI mencapai Rp700 miliar dari yang sebelumnya ditargetkan Rp1 triliun.

"Sampai saat ini permintaan KPR masih banyak untuk perumahan kelas menengah dengan harga Rp300 juta. Kami kedepannya membidik harga sekira  Rp500 juta, ini lebih stabil. Kalau di middle low itu harus diingatkan untuk membayarnya," kata Darmadi, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Dia menjelaskan, tahun ini BNI menargetkan pertumbuhan KPR sebesar 30 persen yang dari tahun sebelumnya (2012) yang mencapai Rp25,3 triliun. Selain itu, pada awal tahun pertumbuhan KPR selalu lebih kecil dibandingkan semester II. Hal ini disebabkan pada periode Januari-Februari masih banyak surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru yang belum dicairkan.

"Selalu lebih kecil (pertumbuhan KPR). Ini kan banyak PBB yang belum bisa cair sampai saat ini, itu merupakan fenomena tahunan pada KPR," ujar Darmadi.
(NJB)